Motivasi Duniawi Hanya Memandang Alat Bukan Allah



“karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng” 2 Korintus 10:4

Tatkala setan menggoda manusia untuk berdosa, dan mendapatkan perlawanan, perlawanan awal ini dapat datang dari kekuatan dan motivasi duniawi, bukan kekuatan dan perlengkapan senjata Allah. Motivasi duniawi memiliki rasa takut kepada manusia lebih dari takut kepada Allah: ‘Bagaimana aku dapat melakukan hal ini dan membuat marah manusia, membuat jengkel majikanku, memancing kemarahan orangtuaku, dan kehilangan penilaian baik terhadap pelayananku?'

Seharusnya alasannya adalah: ‘Bagaimana aku dapat melakukan ini dan berbuat dosa melawan Allah?’ Karena segan kepada Yohanes, Herodes banyak melakukan tindakan. Tetapi jika Herodes takut kepada Allah, ia akan bekerja keras dalam segala hal. Motivasi manusia duniawi tidak mempan menahan panah musuh. Jika kekuatan anda semata bergantung pada kekuatan sendiri, sebentar saja kekuatan itu akan tumbang. 

Jika kekuatan anda di dalam Allah, anda dapat terus mempertahankan pijakan anda. Kita harus berkata: ‘aku tidak akan mentaati hawa nafsuku, karena aku harus melangkahi Juruselamatku yang telah mencurahkan darah-Nya, dan oleh karena itu, penggoda yang licik, aku membencimu dan cara-caramu!’ Ini adalah fondasi yang kokoh. Jika kita ternyata memang berbuat dosa, kita meratap karena kita telah menghina Allah yang begitu baik. 

Tatkala seorang percaya berbuat dosa, ia benci hal itu, dan bukan seperti Esau yang meratap karena kehilangan berkat, bukan karena dia telah menjualnya. Setan gentar melihat jiwa yang tekun memanfaatkan dan mendayagunakan anugerah; sebaliknya sangatlah berbahaya jika makhluk ciptaan mengandalkan alat-alat belaka. Banyak jiwa tidak hanya binasa karena berdoa, bertobat, dan percaya terhadap sesuatu yang lain, tetapi mereka juga binasa karena mengandalkan alat doa dan pertobatan mereka yang jasmaniah, bukannya mengandalkan Allah. 

Apabila kita ingin diselamatkan, kita harus datang kepada Kristus dengan "telanjang", tidak memakai/dengan usaha atau perbuatan apapun; kita tidak dapat mendekati Kristus di dalam kebenaran sambil masih mengandalkan alat-alat lain. Ada orang-orang yang begitu terkunci di dalam alat-alat ini (jadi ilah), sehingga mereka tidak sanggup datang tanpa ilah-ilah mereka, dan demikianlah saat pencobaan datang, mereka akan terinjak di bawah kaki murka Allah dan kegeraman setan. Pemungut cukai merendahkan diri dengan tangan terkulai tanpa mengandalkan diri sendiri, dan berteriak minta tolong kepada Tangan yang penuh belas kasih: ‘kasihanilah hamba, seorang berdosa!’.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan William Gurnall (1617-1679), The Christian in Complete Armour, I:51-57

0 Response to "Motivasi Duniawi Hanya Memandang Alat Bukan Allah "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel