Allah: Harta Kekal Kita

Allah: Harta Kekal Kita

“Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya!” Mazmur 48:15

Allah adalah kekal dan Ia adalah Allah yang mengikat perjanjian dengan kita, karena itu kita memiliki harta yang kekal. Untuk sementara kita melintas di dunia dan akan tiba di bukit-bukit yang penuh berkat (Kejadian. 49:26). Jika hidup seorang manusia diberkati dengan harta berkelimpahan yang membuatnya nyaman untuk waktu yang singkat, betapa terlebih lagi jiwa yang diliputi sukacita di dalam kenikmatan sang Pencipta yang tahun-tahun-Nya tidak akan berakhir? Ia sanggup menghidupi kita, dan Ia hidup selamanya untuk kita nikmati.

Sekalipun kematian akan menghampiri kita berdasarkan ketetapan Allah yang tidak dapat dibatalkan, Pencipta yang kekal bahkan membuat kematian menjadi sebuah kemenangan tatkala Ia mendaratkan kita di tempat keabadian yang mulia.

Di sana kita akan menikmati keabadian tak terbatas oleh karunia Allah yang berdaulat dan kekal. Adalah mustahil bagi orang percaya yang dipersatukan dengan Allah yang tidak fana, dapat binasa, karena Allah kekal selamanya. Ia adalah sumber kehidupan yang terus mengalir. Ini merupakan penghiburan gereja. Setelah kita meninggalkan dunia, kita akan hidup selamanya bersama Allah, tanpa perubahan oleh tahun dan abad yang terus bergulir selamanya. Allah tidak memiliki awal maupun akhir, dan Dialah Allah kita.

Sesungguhnya kita dapat mengatakan: ‘Jiwaku, ada padamu banyak harta benda, tertimbun untuk selama-lamanya”. Kefanaan ditelan di dalam keabadian. Sungai kebahagiaan adalah untuk selamanya. Kematian adalah sebuah kata yang tidak pernah lagi diucapkan siapapun; ia sudah disingkirkan selamanya, sebagai musuh yang telah dikalahkan Kristus. Kebahagiaan tergantung pada kehadiran Allah yang bersama-Nya orang percaya akan tinggal selamanya.

Kebahagiaan mustahil hilang selagi Allah hidup; Ia adalah yang Pertama dan yang Terakhir: Yang mengawali semua kegembiraan, tak ada sebelum Dia; Yang paling akhir dari semua kesenangan, tak ada apapun yang melampaui Dia; inilah taman Eden (baru) kesukaan, tanpa dijaga pedang bernyala-nyala. Kenikmatan dari Allah akan berlangsung sama segar dan mulianya sejak saat awal walau berabad-abad telah berlalu. Tidak ada perubahan, Dia adalah pusaka yang kekal selamanya.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Stephen Charnock, The Existence & Attributes of God, pp.88.

0 Response to "Allah: Harta Kekal Kita "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel